Jumat, 13 Maret 2009

Terkenang Masa SMA

Kemarin, Sabtu (7/3) aku dan teman2 dari suatu Organisasi(g prlu dsebutin) pergi ke daerah Bandungan untuk rekreasi. Kami berencana untuk menginap semalam disana. Penginapan telah kami siapkan dan semua telah terencana. Sekitar jam 2 siang kami berangkat dari Semarang. Mulailah kami meluncur dengan motor beriringan. Hari itu lalu lintas terasa sangat padat. Dari Tembalang sampai Ungaran hanya kemacetan yang kami temui.
Setelah perjalanan melelahkan sekitar satu jam akhirnya kami sampai juga di Bandungan. Sesampainya disana seketika aku ingat kalau aku sudah pernah kesana sebelumnya. Tepatnya, aku pernah kesana waktu perpisahan SMA. Ternyata tempatnya belum begitu banyak perubahan dari terakir kali aku datang.
Tempat itu (bandungan) sangat berkesan untukku. Karena disana merupakan saat2 terakir aku bisa kumpul bareng teman2 SMA. Bersuka ria dan menikmati hidup tanpa beban. Dan mungkin sekarang sudah sangat susah untuk mengulang kebersamaan kami. Karena semua kini sibuk berjuang, berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang diimpikan kemudian hari. Sibuk mempersiapkan diri agar mampu bertahan terhadap kerasnya dunia.
Tempat itu seolah2 membuka ingatanku tentang pengalaman SMA yang takkan pernah terlupakan. Pengalaman dan masa di mana aku mendapatkan bagitu banyak pengalaman hidup, ilmu dan sahabat2 yang bahkan lebih dekat daripada saudara sendiri. Yang telah menjadi bekal hinga aku dapat bertahan hingga sekarang ini. Tiga tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk kami lewati bersama menghadapi suka dan duka. Walau kadang saling mengejek dan mencela tapi aku yakin kalau sebenarnya kami saling peduli.
Sekarang, masa itu tinggal kenangan manis yang akan slalu diingat. Kenangan yang tak terlupakan. Kenangan yang akan menjadi inspirasi hidup kita. Dan menjadi hal menarik yang dapat kita critakan untuk orang lain atau bahkan diceritakan untuk anak cucu kita dikemudian hari. Dan aku sangat berharap agar suatu hari kita dapat berkumpul ditempat dan suasana yang membahagiakan. Suasana dimana kita telah dapat merhasil menaklukkan kerasnya Dunia dan mendapatkan impian2 kita.AMIN
Setelah 2 hari di Bandungan aku pulang dengan membawa kenangan baru. Kenangan yang juga akan selalu tertanam dalam hati dan fikirku. Pengalaman dan kenangan yang akan membantu dan menemaniku untuk melewati kehidupan yang telah membentang lebar di hadapanku.

Kamis, 05 Maret 2009

Jumat, 02 Januari 2009

Dilema besar

Semester 3!!
bbrapa hr lg aq dah ujian smester 3,aq g tau bkalan gmn hsil nilaiku dsmester ini.
aq mrasa dsmester ini nilaiku bkalan ancur bgt, dah g kehitung brp kali aq bLoz demi hal lain yg kuanggap lebih penting. Dan dah banyak tugas2 maupun praktikum yg g aq kerjakn. Itu smua membuatku takut untuk tau bgaimana nilaiku nanti. Aku slalu brharap smoga Tuhan masih slalu menyayangi aq dah memberiku nilai yg cukup memuaskan, dan terutama tidak mengecewakan orang tuaku.AMIEN. . . .
doaku slalu untuk masa depanku yg lebih cerah.

Selasa, 16 Desember 2008

aku

Beberapa bulan lalu aku mendapatkan sebuah pengalaman baru untuk pertama kalinya melihat indahnya alam darat maupun bawah laut dari kepulauan karimunjawa. Taman Nassional karimunjawa sendiri mempunyai keanekaragaman fauna yang sangat kompleks.
Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan 27 buah pulau yang memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewodaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Kelompok algae yang dapat dijumpai terdiri dari tiga kelompok yaitu algae hijau, algae coklat, dan algae merah. Hutan pantai dan hutan mangrove dicirikan dengan adanya ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), jati pasir (Scaerota frustescens), setigi (Strebus asper), waru laut (Hibiscus tiliaceus), dan bakau hitam (Rhizophora mucronata). Jenis terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa merupakan terumbu karang pantai/tepi (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan jenisnya mencapai 51 genus, lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias. Dua jenis biota yang dilindungi yaitu akar bahar/karang hitam (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica). Biota laut lainnya yang dilindungi seperti kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.
Keanekaragaman satwa darat di taman nasional ini tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan satwa perairan. Satwa darat yang umum dijumpai antara lain rusa (Cervus timorensis subspec), kera ekor panjang (Macaca fascicularis karimondjawae); 40 jenis burung seperti pergam hijau (Ducula aenea), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), trocokan/merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), betet (Psittacula alexandri), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan ular edhor. Burung elang laut perut putih merupakan satwa yang terancam punah di dunia.
Karena itu kita sebagai penerus bangsa harus senantiasa dapat selalu mensyukuri segala ciptaan tuhan dan menjaganya semaksimal mungkin.